Gadis itu masih saja termenung di kamarnya. Jauh masuk kedalam alam pikirannya sendiri.
”Andai saja aku tak pernah bertemu dengannya”. ”Andai saja cinta ini dapat memilih untuk kuberikan pada siapa”, dan berbagai macam pengandaian yang ada di dalam otaknya.
Keysha namanya. Air matanya tak berhenti mengalir dari pipinya, hanya rasa menyesal yang kini ia rasakan. Mungkin, baginya cinta itu tak adil dan selalu saja tak pernah berpihak padanya.
Dilangkahkan kakinya menjauh dari jendela dan mencoba meraih buku berwarna kuning yang tergeletak dimeja.
”beribu-ribu lembar telah kutulis .. semua hanya berisi tentangnya .. tapi tetap saja berakhir duka” Keysha berkata lirih sambil merebahkan badannya.
--**--
Minggu, 12 Februari 2006 at 21.00 WIB
Ry, hari ini aku seneng banget. Akhirnya aku ketemu sama kodok, my prince. Aneh yach, padahal selama ini aku hanya membaca email-email darinya, tapi sudah bilang my prince sajha :d. Dia pakai kaus warna putih, sedangkan aku pakai jilbab putih juga, kita serasi kan (gegege, maksa). Pokoknya hari ini aku seneng banget dech.
Rabu, 08 Maret 2006 at 19.00 WIB
Hari ini aku kembali terima kabar darinya, seneng dech .. komunikasi kita makin lancar ajha .. Hope, hope, hope ..
Selasa, 11 April 2006 at 20.00 WIB
Ry, aku gak tahu harus mulai darimana nich .. paginya aku kesel banget sama dia, inblue ajha bawaannya .. sempet curhat sama kakak iz juga. Eh, ternyata sorenya dapat kiriman smile dari seseorang. Kupikir itu kakak, tapi ... kodok Ry yang kirim .. ih, seluruh tubuh ini rasanya dingin and deg2an githu .. gegege, seneng banget dech .. Kalau sajha dia tahu bahwa sebenarnya aku inblue karenanya.
Sabtu, 27 May 2006 at 23.00 WIB
Hallo2.. Ry, hari ini aku jalan sama my prince, seneng dech .. dia nepatin janjinya buat ngajak aku nonton. Selesai nonton trus kita makan dech. Tahu gak, sepanjang filmnya diputar, aku tuh gak konsen githu, bentar2 nengok ke dia :d .. gegege, senyum2 sendiri gak jelas. Seneng dech lihat ketawanya :). Tapi, kenapa yach, rasanya tuh berbeda bila dibandingin sama perasaan ketika aku terima smile darinya. Feel or nyut nya tuh beda (bahasanya .. nyut :d). Tapi yang jelas aku seneng banget dech hari ini .. Jadi kangen sama kodok.
Ya Rab, Jika memang dia jodohku, dekatkanlah dan buatlah agar aku bisa bersamanya .. namun jika dia bukan jodohku, mudahkanlah aku agar dapat melupakannya dari dalam hatiku. Hanya Engkaulah yang maha tahu yang terbaik bagi hambaNya. Amien
Rabu, 31 May 2006 at 10.30 WIB
Ry, gak tahu kenapa hari ini rasanya aku pengen nangis ajha. Rindu rasanya, kenapa dia gak pernah telpon or sms aku lagi yach, Apa dia juga merasakan hal yang sama seperti aku, apa dia juga memikirkanku disaat aku memikirkannya. Andai sajha dia tahu perasaanku (kalau misalnya dia tahu .. so, what??). Kenapa begini yach Ry, salah gak sich sebenarnya perasaanku ini. Tahu gak, masa Key cemburu sama Inka (dasar, wanita yang aneh) gak seharusnya kan Key kayak githu (emang Key berhak apa??). Gara2nya tuh, Key ngelihat hasil foto waktu anak2 kumpul kemarin, and posisi dia tuh selalu ada disebelahnya Inka (aduh, bener2 dech, gak bangetkan alasannya). Tadi waktu hp ku bunyi, aku pikir itu dia, tapi ternyata Kiko. Hopeless dech rasanya. Kenapa sich, wanita itu harus selalu mengutamakan perasaannya dibandingkan dengan logika. Ya Rab, hanya Engkaulah yang bisa memutarbalikkan hati seseorang, hanya Engkaulah yang memiliki hati seseorang. Jika dia bukan untukku, bantu aku agar dapat menerima takdirMu dengan ikhlas. Amien
Rabu, 26 Juli 2006 at 20.00 WIB didalam kesendirianku
Ry, rasanya pengen teriak dech .. ternyata benar dugaanku selama ini. Baru saja Inka memberitahukan kabar itu, gak tahu harus sedih or gak .. Yang jelas saat ini aku sedang menangis.. Inka dan Kodok sudah jadian, mereka sudah berpacaran Ry. Kenapa disaat aku mulai benar2 merasakan cinta, namun disaat itu pula aku harus menderita dibuatnya. Kenapa harus dengan Inka, kenapa ??? Rasanya pengen marah, kenapa Kodok bisa berbuat seperti itu.. Sudah terlalu banyak kata kenapa di otakku. Aku benar2 ingin teriak Ry. Sakit banget rasanya. Kecewa. Aku harus mengucapkan selamat, dengan nada suara senang pada Inka. Berat banget Ry. Aku gak tahu mau menulis apa, aku gak tahu harus bagaimana. Ya Allah, bantu aku agar bisa menjalani ini semua, ikhlas dan melupakannya.
Jumat, 15 September 2006 at 15.00 WIB
Sudah kesekian kalinya Inka curhat mengenai masalah percintaannya. Kali ini dia cerita kalau sudah lebih dari dua minggu ini Kodok gak kirim kabar padanya. Kembali kukatakan hal2 positif yang bisa membangkitkan semangatnya. Mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan2nya tanpa embel2 sesuatu, dan berusaha untuk menjadi sahabat yang baik. Tapi, tahu kah dia kalau aku ini sudah bosan jika harus mendengerkan keluh kesahnya setiap hari, tahukah dia kalau hati ini sakit .. setiap kali dia bercerita. Pernah kucoba menghindar darinya, tapi tak bisa.
Ry, apa yang harus aku lakukan. Disatu sisi Inka adalah sahabatku, namun disisi lain Kodok masih tetap my prince bagiku. Sempat terpikir untuk menjadi setan yang bisa merusak hubungan kalian, tapi rasa sayangku pada kalian lebih besar bila dibandingkan dengan dendam. Kenapa dulu aku gak pernah cerita soal Kodok sama Inka. Rasanya diri ini lebih berhak untuk memilikinya, karena aku yang lebih dulu mencintainya. Kalau sajha aku bisa sedikit lebih agresif. Kenapa aku gak bisa lebih jujur atas perasaanku sendiri. Inka selalu sajha bertanya soal pasanganku, namun aku selalu sajha berusaha menghindar dari pertanyaan itu.
Kodok, my prince.. seseorang yang telah mengajarkanku arti cinta .. seseorang yang bisa membuatku berkata ”aku bahagia jika kaupun bahagia” .. seseorang yang telah mengajarkan agar aku dapat fokus pada satu pria. Tak ku sangka bisa berbuat begithu pada Inka. Aku sempat marah waktu tahu kalau sahabatku ini digantung olehmu, berpikir kalau kau tak dewasa (sesuatu yang kuhormati darimu), berusaha lari dari masalah yang ada. Tapi tetap sajha diri ini berusaha untuk terus berpikiran positif, bahwa pasti kau punya alasan yang masuk akal untuk melakukan hal itu padanya.
Entahlah Ry, yang jelas saat ini cape dan lelah rasanya.
--**--
”Sudah lebih dari dua tahun, dan aku masih sajha belum bisa melupakannya” Ucap Keysha sembari menutup buku kuning itu dan memeluknya, kembali hanyut di dalam pikirannya sendiri.
Ketika terdengar alunan lagu One Last Cry yang dinyanyikan oleh Brian Mc Knight dari radio. Keysha mulai bangkit dan mengambil pena yang ada dimejanya.
Selasa, 15 April 2008 at 00.45 WIB ditemani lagu dari Brian Mc Knight - One Last Cry (kuharap itu pun terjadi padaku)
Sampai saat ini Inka belum tahu mengenai perasaanku dan takkan pernah ku beritahu. Kini kau telah jauh .. jauh dari Inka dan aku. Meninggalkan banyak kenangan yang takkan mungkin bisa untuk dilupakan, karena ku tahu, semakin keras aku berusaha melupakanmu, semakin sulit hal itu terjadi. Jadi, biarkanlah semuanya menjadi kenangan yang takkan terlupakan, pelangi hidup yang pernah jadi lukisan manis dihari2ku. Cinta memang tak harus memiliki, karena cinta tak bisa memaksa dan dipaksakan.
Terima kasih untuk semuanya. Tanpa kau sadari, kau telah mengajarkan arti cinta yang sebenarnya. Perasaan untuk bisa menerima, ikhlas, untuk bisa berkata ”aku bahagia jika dirinya bahagia”, perasaan untuk tidak egois dan memikirkan diri sendiri. Mungkin kau cinta pertamaku, walaupun hati kecil ini tetap berharap kau cinta sejatiku, tapi seperti yang kubilang, aku bahagia jika kau pun bahagia. Aku cukup puas dengan hanya menjadi temanmu. Kuharap kau bisa menemukan seseorang. Seseorang dimana kau bisa berbagi bersama baik dalam suka maupun duka. Doaku selalu bersamamu, dunia akhirat :)
”Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca .. tapi tancapkan dalam pikiranmu bahwa ada seseorang yang akan menambal lukamu dengan mengumpulkan pecahan-pecahan kaca itu .. hingga kau utuh kembali.”
I Wish I Could ..
*inspired from ”Hapus Aku” by Nidji*
0 komentar:
Post a Comment