Thursday, January 29, 2009

Things To Learn

Man Says :
“sebuah keberadaan itu selalu ada tatkala kita merasakannya sebagai suatu ruang dan tempat untuk berekspresi
ekspresi itu akan ada jika kita mampu melepaskan rasa dan pikir yang kadang tertunda
ruang itu adalah media dimana kita menikmati waktu yang bergulir pada masa dan saatnya
apapun itu adalah berjalan dan akan berhenti pada saatnya juga”

Women Says :
”diriku boleh diselimuti dengan pikiran dan kata-kata
semua orang boleh pula menebak bagaimana hal itu berbicara
namun hanya engkau dan oleh engkau sajalah yang dapat menjabarkannya

sedangkan aku hanya dapat menerka dan mencoba menafsirkan apa maksudnya ...
bahwa bukan salah ruang ataupun waktu bila ekspresi tak bisa ditunjukkan sepenuhnya .. dan bukan pula salah siapa2 .. namun memang sudah begitu jalannya .. walaupun ruang di masa lalu masih menyimpan perasaan kecewa
namun bila keberadaan ruang yang baru terasa lebih baik untuk melepaskan semua rasa dan pikiran yang ada .. cobalah untuk tetap berada disana .. hingga waktu tak bisa mengusirnya
dan jika suatu saat keberadaan terganggu oleh suatu rintangan .. cobalah untuk bertahan .. jangan menghilang dan berusaha mencari ruang yang baru
cobalah untuk menerima keberadaan dengan atau tanpa adanya pengecualian”

Man Says :
“ruang hati adalah ruang penuh rasa
bibir terkatup mengundang tanya
bukan dimana atau kapan berada namun saat kenapa harus ditanya atau harus menanyakan
ekpresi rasa adalah ekspresi jiwa...
keteduhan hati bukanlah rahasia namun itu adalah sesuatu yang harus dirasa
halangan adalah biasa namun merasakan ruang hati mempunyai rasa adalah tak tahu dimana ujungnya”

Women Says :
“kejujuran hati yang kau beri buatku kecewa .. bukan pada rasa tapi pada waktu yang ada ..
Tuhan memang menciptakan hati untuk merasa .. tapi manusia makhluk terbatas yang membutuhkan kejelasan .. karena manusia hanya bisa menerka dan menebak apa yang ada
apa yang dirasakan hati belum tentu sama dengan kenyataan yang ada .. dan tak jarang pula bila kenyataan berlawanan dengan apa yang dirasa
hidup memang sebuah pilihan .. dan apapun pilihannya hadapi dan jalankan dengan sepenuh hati tanpa paksaan .. tanpa desakan
thanks for the thing that i’ve learn from all precious moment (just try to be sincere..)”